Bacaan Surat Yasin 83 ayat lengkap dengan tulisan Arab, Latin dan terjemahan Indonesia.
Bagikan ke WhatsAppSurah Yaa Siin
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
يٰسٓ ﴿١﴾
Yaa Siin
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ ﴿٢﴾
Wal Qur-aanil hakiim
Demi Al Qur-an yang penuh hikmah,
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ﴿٣﴾
innaka laminal mursaliin
sungguh engkau (Muhammad), salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿٤﴾
'Alaa shirootim mustaqiim
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ ﴿٥﴾
Tanziilal 'aziizir rohiim
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang,
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ ﴿٦﴾
Litundziro qoumammaa undziro aabaa-uhum fahum ghoofiluun
agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٧﴾
Laqod haqqol qoulu 'alaa aktsarihim fahum laa yu'minuun
Sungguh pasti berlaku ketentuan Allah terhadap kebanyakan mereka yang tidak beriman.
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ ﴿٨﴾
innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahum muqmahuun
Sungguh Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangannya diangkat ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴿٩﴾
Waja'alnaa mimbaini aidiihim saddaw wamin kholfihim saddan fa-aghsyainaahum fahum laa yubshiruun
Dan Kami jadikan dinding dihadapan dan dibelakang mereka serta kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٠﴾
Wasawaa-un 'alaihim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu'minuun
Dan sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka atau kamu tidak memberi peringatan, mereka tetap tidak akan beriman.
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ ﴿١١﴾
innamaa tundziru manittaba'adzdzikro wakhosyiyar rohmaana bil ghoiib, fabasysyirhu bimaghfirotiw wa ajrin kariim
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Allah Yang Maha Pemurah, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan ampunan dan kemuliaan.
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ ﴿١٢﴾
innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa-aatsaarohum, wakulla syai-in ahshoinaahu fii imaamim mubiin
Sesungguhnya Kami hidupkan yang telah mati, Kami catat amalan dan peninggalan mereka. Dan Kami himpun dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh mahfuzh).
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ ﴿١٣﴾
Wadhrib lahum matsalan ashhaabal qoryah, idz-jaa-ahal mursaluun
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika beberapa orang utusan datang kepada mereka,
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ ﴿١٤﴾
Idz-arsalnaa ilaihimuts naini fakadzdzabuuhumaa fa'azzaznaa bitsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
Yaitu ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan utusan yang ketiga, maka mereka (ketiga utusan) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ ﴿١٥﴾
Qooluu maa antum illaa basyarum mitslunaa wamaa anzalar rohmaanu minsyai-in in-antum illaa takdzibuun
Mereka menjawab, "kamu hanyalah manusia biasa seperti kami dan Allah Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatupun, kamu hanyalah pendusta belaka".
قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ ﴿١٦﴾
Qooluu robbunaa ya'lamu innaa ilaikum lamursaluun
Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa kami adalah orang yang diutus kepada kalian."
وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ ﴿١٧﴾
Wamaa 'alainaa illal balaaghul mubiin
Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas".
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٨﴾
Qooluu innaa tathoyyarnaa bikum la-illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa 'adzaabun aliim
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu, jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami akan merajam kamu, dan kamu pasti akan mendapat siksaan yang pedih dari kami".
قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ﴿١٩﴾
Qooluu thoo-irukum ma'akum a-indzukkirtum bal antum qoumum musrifuun
Utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu karena ulahmu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas".
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ ﴿٢٠﴾
Wajaa-a min aqshol madiinati rojuluy yas'aa, qoola yaa qoumit tabi'ul mursailiin
Dan datanglah dari ujung kota, seorang lelaki dengan tergesa dan berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu."
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ ﴿٢١﴾
ittabi'uu mallaa yas-alukum ajrow wahum muhtaduun
Ikutilah orang yang tiada minta upah kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٢٢﴾
Wamaa liyalaa a'budul ladzii fathoronii wa-ilaihi turja'uun
Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرّْ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونَ ﴿٢٣﴾
A-attakhidzu minduunihii aalihatan iyyuridnir rohmaanu bidhurril laa tughni 'annii syafaa'atuhum syai-aw walaa yunqidzuun
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak akan memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku.
إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴿٢٤﴾
innii idzal lafii dholaalim mubiin
Sesungguhnya jika aku berbuat demikian pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ ﴿٢٥﴾
innii aamantu birobbikum fasma'uun
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimananku).
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ ﴿٢٦﴾
Qiilad khulil jannah, qoola yaa laita qoumii ya'lamuun
Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga." Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui"
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ ﴿٢٧﴾
Bimaa ghofarolii robbii wa ja'alanii minal mukromiin
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ ﴿٢٨﴾
Wamaa anzalnaa 'alaa qoumihii mim ba'dihii min jundim minassamaa-i wamaa kunnaa munziliin
Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia meninggal satu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ ﴿٢٩﴾
inkaanat illaa shoihataw waahidataw faidzaa hum khoomiduun
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ ﴿٣٠﴾
Yaa hasrotan 'alal 'ibaad, maa ya'tiihim mirrosuulin illaa kaanuu bihii yastahzi-uun
Alangkah besar penyesalan terhadap orang-orang itu, karena setiap rasul yang datang kepada mereka pastilah diolok-oloknya.
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ ﴿٣١﴾
Alam yaroukam ahlaknaa qoblahum minal quruuni annahum ilaihim laa yarji'uun
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak ada yang kembali kepada kaumnya.
وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ ﴿٣٢﴾
Wa-inkullul lammaa jamii'ul ladainaa muhdhoruun
Dan mereka semuanya akan dihadapkan kembali kepada Kami.
وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ ﴿٣٣﴾
Wa-aayatul lahumul ardhul maitatu ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya'kuluun
Dan suatu tanda kekuasaan Allah bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari padanya mereka makan.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ ﴿٣٤﴾
Waja'alnaa fiihaa jannaatim minnakhiiliw wa-a'naabiw wafajjarnaa fiihaa minal 'uyuun
Dan Kami jadikan di dalamnya kebun-kebun kurma, anggur dan Kami pancarkan beberapa mata air,
لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ﴿٣٥﴾
liya'kuluu min tsamarihii wamaa 'amilat-hu aidiihim, afalaa yasykuruun
agar mereka dapat makan dari buah-buahannya dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak mau bersyukur?
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ ﴿٣٦﴾
Subhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya'lamuun
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka serta dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ ﴿٣٧﴾
Wa-aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaaro fa idzaa hum muzhlimuun
Dan suatu tanda kekuasaan Allah bagi mereka ialah malam. Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿٣٨﴾
Wasysyamsu tajrii limustaqorril lahaa, dzaalika taqdiirul 'aziizil 'aliim
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ ﴿٣٩﴾
Walqomaro qoddarnaahu manaazila hattaa 'aadakal 'urjuunil qodiim
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan tempat-tempat, sehingga (setelah ia sampai ke tempat yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ﴿٤٠﴾
Laasysyamsu yambaghii lahaa an tudrikal qomaro walal lailu saabiqun nahaari wakullun fii falakiy yasbahuun
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ﴿٤١﴾
Wa-aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
Dan suatu tanda kebesaran Allah bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal penuh muatan,
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ ﴿٤٢﴾
Wakholaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun
dan Kami ciptakan juga untuk mereka angkutan yang akan mereka kendarai seperti kapal itu.
وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ ﴿٤٣﴾
Wa-innasya' nughriqhum falaa shoriikho lahum walaahum yunqodzuun
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ ﴿٤٤﴾
illaa rohmatam minnaa wamataa'an ilaa hiin
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami untuk memberikan kesenangan hidup sampai suatu ketika.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٤٥﴾
Wa-idzaa qiila lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la'allakum turhamuun
Dan bila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ ﴿٤٦﴾
Wamaa ta'tiihim min aayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu 'anhaa mu'ridhiin
Dan sekali-kali tidak akan datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴿٤٧﴾
Wa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumullooh, qoolal ladziina kafaruu lilladziina aamanuu anuth'imu mallaw yasyaa-ulloohu ath'amah, in antum illaa fii dholaalim mubiin
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan? Tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿٤٨﴾
Wayaquuluuna mataa haadzal wa'du inkuntum shoodiqiin
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: "Kapan janji (hari berbangkit) itu terjadi, jika kamu orang-orang yang benar?"
مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ ﴿٤٩﴾
Maa yanzhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta'khudzuhum wahum yakhishshimuun
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka saat mereka masih bertengkar.
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ ﴿٥٠﴾
Falaa yastathii'uuna taushiyataw walaa ilaa ahlihim yarji'uun
Sehingga mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan mereka tidak pula dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ ﴿٥١﴾
Wanufikho fishshuuri fa-idzaa hum minal ajdaatsi ilaa robbihim yansiluun
Dan ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dengan segera dari kuburnya (dalam keadaan hidup) menuju kepada Tuhannya.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ ﴿٥٢﴾
Qooluu yaa wailanaa mam ba'atsanaa mim marqodinaa, haadzaa maa wa'adar rohmaanu washodaqol mursaluun
Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan terbuktilah kebenaran rasul-rasul-Nya.
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ ﴿٥٣﴾
inkaanat illaa shoihataw waahidatan fa-idzaahum jamii-'ul ladainaa muhdhoruun
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٥٤﴾
Falyauma laa tuzhlamu nafsun syai-aw walaa tujzauna illaa maa kuntum ta'maluun
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak mendapat balasan, kecuali sesuai dengan yang kamu kerjakan.
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ ﴿٥٥﴾
inna ash-haabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun
Sesungguhnya para penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukannya.
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ ﴿٥٦﴾
Hum wa-azwaajuhum fii zhilaalin 'alal aroo-iki muttaki-uun
Mereka bersama pasangan-pasangannya tinggal di tempat terlindung sambil bertelekan di atas mahligai tempat tidurnya.
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ ﴿٥٧﴾
Lahum fiihaa faakihatuw walahum maa yadda'uun
Di surga itu mereka mendapatkan buah-buahan dan memperoleh apapun yang mereka inginkan.
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ ﴿٥٨﴾
Salaamun qoulam mirrobbir rohiim
(Kepada mereka dikatakan), "Salaam" sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ ﴿٥٩﴾
Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun
Dan dikatakan kepada orang-orang kafir, "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa."
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ﴿٦٠﴾
Alam a'had ilaikum yaabanii aadama allaa ta'budusy-syaithoon, innahuu lakum 'aduwwum mubiin
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai anak adam, janganlah kamu menyembah setan, karena dialah musuhmu yang sangat nyata,
وَأَنِ اعْبُدُونِي هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ ﴿٦١﴾
Wa-an'buduunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
dan hendaklah kamu menyembah-Ku, inilah jalan yang lurus.
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ ﴿٦٢﴾
Walaqod adholla minkum jibillan katsiiroo, afalam takuunuu ta'qiluun
Sesungguhnya setan itu telah banyak menyesatkan di antara kamu. Apakah kamu tidak memikirkannya?
هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٦٣﴾
Haadzihii jahannamul latii kuntum tuu'aduun
Inilah neraka jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ ﴿٦٤﴾
ishlauhal yauma bimaa kuntum takfuruun
Masuklah ke dalamnya pada hari ini, karena dahulu kamu telah mengingkarinya.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿٦٥﴾
Al-yauma nakhtimu 'alaa afwaahihim watukallimunaa aidiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kanuu yaksibuun
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian atas perbuatannya.
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ ﴿٦٦﴾
Walau nasyaa-u lathomasnaa 'alaa a'yunihim fastabaquush shirootho fa annaa yubshiruun
Jika Kami kehendaki, niscaya Kami hapuskan penglihatan mereka, lalu mereka berlomba-lomba mencari jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ ﴿٦٧﴾
Walau nasyaa-u lamasakhnaahum 'alaa makaanatihim famastathoo-'uu mudhiyyaw walaa yarji'uun
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami rubah bentuk mereka ditempat mereka berada; sehingga mereka tidak dapat lari ke muka dan atau kembali ke belakang.
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ ﴿٦٨﴾
Waman nu'ammirhu nunakkis-hu fil kholq, afalaa ya'qiluun
Barangsiapa Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya. Maka mengapa mereka tidak memikirkan?
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ ﴿٦٩﴾
Wamaa 'allamnaahusy syi'ro wamaa yambaghiilah, in huwa illaa dzikruw waqur-aanum mubiin
Tidaklah Kami mengajarkan syair kepada Muhammad dan tidak pantas itu untuknya, Al Qur-an ini tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ ﴿٧٠﴾
Liyundziro man kaana hayyaw wayahiqqol qoulu 'alal kaafiriin
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan pastilah ketetapan adzab terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ ﴿٧١﴾
Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa 'amilat aidiinaa an'aaman fahum lahaa maalikuun
Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami telah menciptakan binatang-binatang untuk kepentingan mereka dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ﴿٧٢﴾
Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rokuubuhum wa minhaa ya'kuluun
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; di antaranya untuk kendaraan dan sebagian lagi untuk dimakan dagingnya.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ﴿٧٣﴾
Walahum fiihaa manaa-fi'u wamasyaarib, afalaa yasykuruun
Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ ﴿٧٤﴾
Wattakhodzuu minduunillaahi aalihatal la'allahum yunshoruun
Dan mereka mengambil Tuhan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ ﴿٧٥﴾
Laa yastathii'uuna nashrohum wahum lahum jundum muhdhoruun
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara untuk menjaga mereka.
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ﴿٧٦﴾
Falaa yahzunka qouluhum; innaa na'lamu maa yusirruuna wamaa yu'linuun
Maka janganlah engkau (Muhammad) bersedih hati mendengarkan perkataan mereka. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ ﴿٧٧﴾
Awalam yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khoshiimum mubiin
Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami-lah yang menciptakannya dari setetes air mani, maka tiba-tiba ia menjadi musuh yang nyata.
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ ﴿٧٨﴾
Wadhoroba lanaa matsalaw wanasiya kholqoh, qoola mayyuhyil 'izhooma wahiya romiim
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa akan asal kejadiannya lalu dia berkata: "Siapakah yang bisa menghidupkan tulang yang telah hancur luluh?"
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ ﴿٧٩﴾
Qul yuhyiihal ladzii ansya-ahaa awwala marroh, wa huwa bikulli kholqin 'aliim
Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Allah, Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui tentang semua makhluk ciptaan-Nya."
الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ ﴿٨٠﴾
Alladzii ja'alalakum minasysyajaril akhdhori naaron fa-idzaa antum minhu tuuqiduun
Allah yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau (basah), lalu kamu dapat menyalakan api dari padanya.
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ ﴿٨١﴾
Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal ardho bi qoodirin 'alaa ayyakhluqo mitslahum, balaa wahuwal khollaaqul 'aliim
Dan bukankah Allah yang menciptakan langit dan bumi, berkuasa menciptakan kembali jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. Dia berkuasa. Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ﴿٨٢﴾
innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyaquula lahuu kun fayakuun
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki segala sesuatunya, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah" Maka jadilah sesuatu itu.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ﴿٨٣﴾
Fasub-haanalladzii biyadihii malakuutu kulli syai-iw wa-ilaihi turja'uun
Maha Suci Allah yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.