Doa Nabi Isa Memohon Rezeki
Doa yang diajarkan Nabi Isa (AS) untuk memohon kelapangan rezeki dari Allah SWT
Doa Nabi Isa Memohon Rezeki
Doa memohon rezeki yang diajarkan Nabi Isa AS kepada pengikutnya, tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah.
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai permintaan Nabi Isa AS dan pengikutnya kepada Allah SWT untuk menurunkan hidangan dari langit sebagai bukti kekuasaan-Nya. Dianjurkan dibaca saat menghadapi kesulitan ekonomi atau memohon kelapangan rezeki. Doa ini mengandung permohonan rezeki sekaligus pengakuan bahwa Allah adalah sumber segala pemberian.
رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Tansliterasi
Rabbanā anzil 'alaynā mā'idatan minas-samā'i takūnu lanā 'īdal li'awwalinā wa ākhirinā wa āyatam minka warzuqnā wa anta khayrur-rāziqīn
Terjemahan
Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.
Waktu yang dianjurkan
- Setelah sholat fardhu
- Saat mengalami kesempitan rezeki
- Di waktu mustajab doa (sepertiga malam terakhir)
Pengulangan
1-7xDapat dibaca secara rutin 3x sehari atau sesuai kemampuan. Utamakan konsistensi dalam berdoa.
Indikator
Mudah diucapkan
Mudah diingat
Popularitas
Keaslian sumber
Sumber
Al-Quran
Surah: Al-Ma'idah
Ayat: 114
Keutamaan
- Memperkuat keyakinan akan kekuasaan Allah
- Mendatangkan rezeki yang halal dan barokah
- Melindungi dari sifat tamak dan serakah
Frequently Asked Questions
Apakah doa ini khusus untuk umat Nasrani?
Tidak, doa ini bersifat universal untuk semua muslim sebagai bagian dari kisah Qurani yang mengandung hikmah
Bolehkah membaca terjemahan saja jika belum hafal ayat Arabnya?
Lebih utama membaca versi Arab, tapi memahami makna terjemahan juga penting untuk kekhusyukan doa
Verified By
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- Darul Ifta Mesir