Doa Iftitah
Doa pembuka sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram
Beberapa Doa yang dianjurkan:
Doa Iftitah Versi Pertama
Doa memohon ampunan dan penyucian diri saat memulai sholat
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad (SAW) sering membaca doa ini dalam sholat fardhu Dibaca setelah takbiratul ihram dalam sholat, sebelum membaca Al-Fatihah. Merupakan sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Tansliterasi
Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā‘adta bainal-mashriqi wal-maghrib
Terjemahan
Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat
Waktu yang dianjurkan
- Setiap sholat wajib
- Sholat sunnah
Pengulangan
1xDibaca sekali dalam setiap rakaat pertama sholat
Indikator
Mudah diucapkan
Mudah diingat
Popularitas
Keaslian sumber
Sumber
Riwayat: Sahih Muslim
Kitab: Kitab Shalat
Nomor Hadits: 119
Keaslian: Sahih (Autentik)
Keutamaan
- Menyucikan niat sebelum sholat
- Memohon ampunan dosa
- Meningkatkan kekhusyukan
Frequently Asked Questions
Apakah doa iftitah wajib dibaca?
Hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) menurut mayoritas ulama
Bagaimana jika lupa membaca doa iftitah?
Tetap lanjutkan sholat dan tidak perlu sujud sahwi
Verified By
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- IslamQA
Doa Iftitah Versi Kedua
Versi alternatif doa pembuka sholat yang populer
Diriwayatkan oleh Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad (SAW) membaca doa ini dalam sholat malam Sering dibaca sebagai alternatif doa iftitah, terutama dalam mazhab Syafi'i
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Tansliterasi
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, wa tabāraka-smuka, wa ta‘ālā jadduka, wa lā ilāha ghayruk
Terjemahan
Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Maha Berkah Nama-Mu, Maha Tinggi Keagungan-Mu, dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau
Waktu yang dianjurkan
- Sholat sunnah
- Sholat malam
Pengulangan
1xCukup dibaca sekali di rakaat pertama
Indikator
Mudah diucapkan
Mudah diingat
Popularitas
Keaslian sumber
Sumber
Riwayat: Sahih Bukhari
Kitab: Kitab Adzan
Nomor Hadits: 2
Keaslian: Sahih (Autentik)
Keutamaan
- Memuji kebesaran Allah
- Menguatkan tauhid
- Menyiapkan mental untuk ibadah
Frequently Asked Questions
Bolehkah mengganti versi doa iftitah?
Boleh selama sesuai sunnah dan tidak mengubah makna
Verified By
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- IslamQA