Doa Buka Puasa Ramadhan
Kumpulan doa berbuka puasa Ramadhan sesuai sunnah
Beberapa Doa yang dianjurkan:
Doa Buka Puasa Alternatif
Doa alternatif berbuka puasa yang disebutkan dalam Al-Quran
Berdasarkan penafsiran ayat tentang kewajiban puasa Ramadhan Biasa digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai variasi doa berbuka
وَبِصَوْمِ غَدٍ نَّوَيْتُ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ
Tansliterasi
Wa bisawmi ghadinn nawaiytu min syahri ramadhan
Terjemahan
Dengan puasa esok hari aku niatkan untuk bulan Ramadhan
Waktu yang dianjurkan
- Saat azan maghrib
- Ramadhan
Pengulangan
1xCukup dibaca sekali saat waktu berbuka
Indikator
Mudah diucapkan
Mudah diingat
Popularitas
Keaslian sumber
Sumber
Al-Quran
Surah: Al-Baqarah
Ayat: 185
Keutamaan
- Menguatkan komitmen puasa
- Mengingatkan pada tujuan Ramadhan
- Memperbaharui niat
Frequently Asked Questions
Apakah doa ini memiliki dasar hadis yang sahih?
Lebih utama menggunakan doa pertama yang memiliki dasar hadis langsung
Verified By
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Doa Buka Puasa Umum
Doa utama berbuka puasa yang diriwayatkan dalam hadis
Diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah bahwa Nabi Muhammad (SAW) membacakan doa ini saat berbuka puasa Dibaca saat menyantap hidangan berbuka puasa, sebaiknya sebelum makan kurma atau minum air.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Tansliterasi
Allahumma laka sumtu wa 'ala rizqika aftartu
Terjemahan
Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka
Waktu yang dianjurkan
- Saat matahari terbenam
- Sebelum makan berbuka
- Ramadhan
Pengulangan
1-3xDianjurkan membaca sekali saat memulai berbuka
Indikator
Mudah diucapkan
Mudah diingat
Popularitas
Keaslian sumber
Sumber
Riwayat: Sunan Abu Daud
Kitab: Kitab Puasa
Nomor Hadits: 2358
Keaslian: Hasan (Baik)
Keutamaan
- Menguatkan niat ibadah
- Mendapat pahala sunnah
- Mengakui segala nikmat dari Allah
Frequently Asked Questions
Apakah wajib membaca doa ini saat berbuka?
Hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun sangat dianjurkan untuk mendapatkan keutamaan
Bolehkah membaca doa buka puasa dengan bahasa sendiri?
Boleh selama isinya tidak bertentangan dengan syariat, tapi doa dari Nabi lebih utama
Verified By
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- IslamQA